iT's my bLoG

Love, share and keep your spirit..

WASPADAI BENTURAN DI KEPALA ANAK

pada Agustus 18, 2010

Tak semua trauma pada kepala mengakibatkan gegar otak. Namun, kemungkinan terjadinya tetap perlu diwaspadai.

Setiap kali kepalanya terbentur agak keras, anak-anak yang masih kecil biasanya menangis karena kesakitan atau karena terkejut. Semakin keras tangis si anak, semakin cemas kita dibuatnya. Sebaliknya kalau benturan di kepala tidak sempat membuat anak menangis ataupun rewel, bayangan cedera yang berat pun lekas pupus karenanya. Padahal, seperti dikatakan dr. Jahja Zacharia, Sp.A., setiap benturan di kepala bisa saja menimbulkan trauma atau cedera yang berbahaya. Secara klinis, trauma ini akan ditandai dengan benjolan, memar atau bisa juga disertai perdarahan atau gegar otak, entah karena perlukaan di bagian luar atau di dalam tulang tengkorak (intrakranial). Saat mengalami trauma, anak bisa tetap sadar atau sampai tidak sadarkan diri/koma.

Aktivitas anak-anak biasanya memang disertai risiko trauma kepala. Bayi yang sedang belajar memiringkan tubuh, misalnya, bisa tiba-tiba jatuh dari tempat tidur saat orang tua atau pengasuhnya meleng. Atau jika mobil yang tengah melaju direm mendadak dan anak tidak didudukkan di atas kursi berpengaman khusus, sangat mungkin terjadi benturan. Jadi memang risiko trauma kepala ini bisa terjadi di manapun dan kapanpun.

“Kasus trauma kepala yang serius memang jarang terjadi dalam kegiatan rumah tangga sehari-hari. Tetapi bila terjadi risikonya sangat berat. Oleh karena itu kemungkinan gegar otak tetap perlu diwaspadai, jangan diabaikan karena menyangkut otak yang merupakan organ utama kita. Masa depan manusia bisa dikatakan terletak pada otaknya,” ujar Spesialis Anak di RS Mitra Internasional, Jakarta ini.

GEGAR OTAK

Gegar otak didefinisikan Jahja sebagai memar akibat guncangan pada jaringan otak, yang menyebabkan terjadinya perdarahan kecil di sana-sini, dan membuat jaringan otak jadi membengkak. Organ otak sendiri dapat diibaratkan sebagai puding tahu karena konsistensinya memang sangat lunak. Oleh karena itulah, otak memiliki tameng berupa tulang tengkorak yang relatif keras. Di antara tulang tengkorak dan jaringan otak pun terdapat cairan yang berfungsi sebagai shock absorber atau penahan guncangan dari luar. “Sebenarnya struktur kepala manusia sudah bagus sekali sebagai pelindung otak. Namun, kecelakaan bisa saja terjadi, sehingga otak yang sudah dilindungi sedemikian rupa bisa mengalami gegar otak,” ujar Spesialis Anak yang juga berpraktek di Klinik Cipete, Jakarta ini.

Lalu bagian kepala sebelah mana yang rentan trauma? Masing-masing bagian kepala menurut Jahja memiliki risiko. Di balik batok kepala kita, terdapat jaringan pembuluh darah yang berjalan memanjang dan melintang, ada yang mengalirkan darah dari bawah ke atas, ada pula yang berjalan di daerah dasar tengkorak.

Saat bagian pelipis terkena benturan yang keras misalnya, bisa terjadi retak tulang pelipis. “Karena kejadiannya di pelipis maka posisi retaknya bisa seperti memotong jalur pembuluh darah. Kalau pembuluh darah sampai putus, timbullah perdarahan yang dapat mendesak jaringan otak yang lembut itu, hingga menjepit bagian batang otak yang dapat berakhir fatal.”

Begitu pun trauma yang mengenai bagian kepala belakang atau tengkuk. Bagian ini merupakan pelindung daerah batang otak yang mengontrol fungsi-fungsi vital, seperti fungsi pernapasan, fungsi kesadaran, dan fungsi jantung. Bila gegar otak terjadi di bagian ini akibatnya juga bisa fatal.

Trauma pada bagian kepala yang lain tidak berarti tidak berbahaya, karena benturan yang sampai menimbulkan guncangan dapat diteruskan ke bagian otak yang lain dan kemudian menimbulkan gegar otak atau perdarahan.

“Gumpalan darah atau pembengkakan yang terjadi bisa membuat otak terdesak sehingga fungsinya terganggu. Gejalanya beragam sesuai dengan bagian otak mana yang memar atau terdesak. Bila misalnya bagian pusat gerak yang terdesak maka salah satu atau kedua tangan atau kaki bisa lumpuh. Sedangkan bila perdarahan itu mendesak bagian pusat bicara maka bicara anak akan terganggu,” urai Jahja. Salah satu trauma kepala yang paling berbahaya adalah retaknya tulang dasar tengkorak, biasanya ditandai dengan keluarnya darah atau cairan otak dari telinga dan/atau hidung.

PANTAU 3 HARI

Saran Jahja, tatkala si kecil mengalami trauma kepala, dia harus diperiksa dan diamati dengan cermat, terutama dalam 24 jam sampai 72 jam pertama. Tak perlu panik ketika kepalanya benjol, memar atau berdarah, karena gejala-gejala tersebut belum memastikan ia mengalami gegar otak. “Benjol atau memar sebagian besar disebabkan perdarahan di antara kulit kepala dan tulang tengkorak. Biasanya relatif tidak berbahaya asalkan anak tetap sadar penuh, tidak muntah-muntah, tidak pusing, dan tidak tampak mengantuk terus,” ujar Jahja.

Yang jelas, gejala gegar otak bisa langsung terlihat tapi bisa juga tertunda, tergantung pada perdarahan yang terjadi dalam otak. Kalau berlangsung cepat, anak bisa tidak sadarkan diri sesaat setelah terbentur; tiba-tiba tidak dapat menggerakkan anggota badannya; atau terganggu kemampuan bicaranya, tergantung otak bagian mana yang bengkak atau terdesak gumpalan darah.

Sebaliknya jika perdarahan yang terjadi hanya berupa rembesan, maka awal timbul gejalanya akan tertunda. Beberapa hari kemudian barulah muncul gejalanya. Oleh sebab itulah, memantau trauma kepala dalam 72 jam pertama setelah kejadian tidak boleh diabaikan.

Sering, kan, bila kepala si kecil benjol atau memar akibat terbentur, orang tua lantas mengoleskan obat antimemar di bagian itu. Ternyata, menurut Jahja, obat oles tersebut tak banyak membantu selain hanya mengencerkan darah yang membeku tanpa mengobati luka dalam yang mungkin terjadi. Jadi, walau dengan obat tersebut benjol atau memar yang terlihat akan hilang, orang tua tetap harus waspada terhadap kemungkinan gegar otak dengan memantau kondisinya secara cermat.

TRAUMA KEPALA SERIUS

Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai setelah anak mengalami trauma kepala:

* tak sadarkan diri atau bengong saja

* gelisah atau kejang-kejang

* muntah-muntah atau sakit kepala

* bicara atau penglihatan terganggu

* tangan atau kaki tiba-tiba lumpuh atau berkurang aktivitasnya

* pada anak yang sudah sekolah, prestasi jadi menurun

* pada bayi, tidak seperti biasa, lebih cengeng atau lebih banyak tidur. Kalau tidur susah dibangunkan.

* keluarnya darah atau cairan otak dari telinga dan/atau hidung

Kalau memang timbul gejala-gejala seperti itu, Jahja menekankan, orang tua mesti mengingat-ingat kejadian yang menimpa si kecil. Jangan lupa, gejala gegar otak bisa saja timbul di hari ketiga setelah kejadian. “Hal-hal seperti ini perlu dilaporkan oleh orang tua kepada dokter. Ceritakan sedetail mungkin kejadiannya.”

Lalu dokterlah yang akan memberikan diagnosa gegar otak atau bukan. Untuk amannya, anak akan disarankan melakukan foto rontgen atau CT Scan. Tujuannya untuk melihat ada tidaknya keretakan tulang tengkorak dan letak perdarahan yang terjadi, karena terkadang perdarahan yang di balik batok kepala si kecil tidak terlihat.

Gegar otak dianggap serius bila dari hasilnya terlihat bayangan gumpalan darah. Untuk menanganinya, si kecil perlu dirawat inap di rumah sakit, sambil dipantau gejala-gejalanya. Bila perdarahan yang terjadi berukuran kecil dan si kecil tetap tidak terganggu fungsi-fungsinya, gegar otak biasanya akan diobati secara konservatif atau tanpa operasi. Nantinya, gumpalan darah tersebut akan diserap lagi oleh tubuh.

Namun, bila gumpalannya besar apalagi sampai mendesak atau menjepit jaringan otak dengan segala akibatnya, maka perlu dikeluarkan dengan tindakan operasi. Selain besar kecilnya perdarahan, pertimbangan lainnya dalam memutuskan operasi ini adalah adanya potensi timbulnya gangguan fungsi otak di kemudian hari.

Operasi pengangkatan gumpalan darah diakui Jahja memiliki risiko. Namun, risiko ini jauh lebih kecil ketimbang bila gumpalan darah dibiarkan menekan jaringan otak. “Gumpalan darah yang besar bisa membuat anak kehilangan kesadarannya. Selain itu, anak juga bisa mengalami kelumpuhan atau gangguan fungsi saraf yang lain. Setelah gumpalan dikeluarkan, anak biasanya bisa segera sadar kembali seperti sedia kala.”

Menurut Jahja, struktur kepala bayi bisa dibilang relatif lebih aman terhadap trauma kepala. Hal ini berkaitan dengan sambungan tulang-tulang tengkoraknya yang masih elastis dan ubun-ubunnya yang masih terbuka.

“Saat bayi terbentur dan mengalami perdarahan di dalam otak maka desakan gumpalan darah tersebut akan disalurkan ke ubun-ubunnya yang masih terbuka, sehingga untuk sementara waktu bukan otaknya yang terjepit, tapi ubun-ubunnya yang jadi menonjol.” Namun, bukan berarti bayi tak perlu penanganan lebih lanjut. Setelah mengalami trauma kepala, bayi pun harus segera diperiksakan ke dokter secepatnya.

PENCEGAHAN LEBIH PENTING

Risiko gegar otak tentu dapat diminimalisir dengan antisipasi yang tepat. Berikut saran Jahja untuk mencegah terjadinya cedera kepala pada anak:

* Jangan sekali-kali meninggalkan bayi tanpa pengawasan. Kecelakaan pada bayi seringkali terjadi karena kita mengangap remeh kemampuannya. Sering, kan, bayi ditinggal dengan hanya dihalang-halangi guling atau bantal padahal risikonya besar sekali. “Kalau mau aman,” saran Jahja, “turunkan kasur ke lantai atau lengkapi ranjang bayi dengan pagar.”

* Awasi pemakaian baby walker. Terlebih di rumah yang lantainya tidak rata atau memiliki perbedaan tinggi lantai. Jika ia sampai melarikan baby walker-nya dengan kecepatan yang cukup tinggi, besar kemungkinan ia akan terpelanting kala babywalkernya tersandung lantai yang tidak rata, terkena ujung karpet atau kabel. Risikonya, ya, gegar otak. “Gegar otak justru tidak akan terjadi saat bayi merangkak lalu cuma kejedug lantai, misalnya.”

* Perhatikan keamanan di rumah. Tangga sebaiknya diberi pagar untuk menghindari anak naik atau turun tanpa pengawasan. Bukan berarti anak tidak boleh naik-turun tangga sama sekali, lo. Merangkak atau menapaki anak tangga satu persatu baik untuk perkembangan motoriknya.

* Beri keset di depan pintu kamar mandi atau di sekitar kolam renang agar si kecil tak tergelincir.

* Saat bersepeda atau berkendaraan dengan motor, gunakan helm. Anak yang diajak bepergian dengan mobil sebaiknya duduk di belakang dengan kursi khusus, atau kalau sudah cukup besar cukup gunakan sabuk pengaman.

* Hindari ujung-ujung furnitur yang runcing di sekitar rumah. Bila perlu beri pengaman. “Benturan dengan ujung meja,” lanjut Jahja, “bisa mengakibatkan retak atau patah tengkorak akibat melesak ke dalam. Jika melesak dan retakannya sampai melukai susunan saraf pusat, maka hal ini sangat berbahaya.

Faras Handayani. Ilustrator: Pugoeh

sumber: majalah NAKITA


25 responses to “WASPADAI BENTURAN DI KEPALA ANAK

  1. bled mengatakan:

    ih syerem bgt…

  2. Il KeyQoichi mengatakan:

    tlong blas y
    karna sepupu aku
    terbentur kepalanya di lantai hingga memar

    • skdwijaksono mengatakan:

      maaf ya baru bales, kalo merurut pengalaman dan info yg sy dapat, pertama ketika habis terbentur kita lihat anak nangis ga, kalo nangis itu lebih baik, kemudian liat juga muntah atau ngga, kalo muntah perlu diwaspadai, dan yang terpenting kita awasi selama 3 hari kalo ada tanda-tanda seperti panas, rewel atau malah jd pendiam, sebaiknya periksa ke dokter, tapi kalo gejala semua itu ga ada, tenang aja, insyaallah ga ada apa2, ok. smoga bermanfaat ya…

  3. fauziah irsyad mengatakan:

    ya Allah, sekarang sy jadi semakin khawatir karena anak saya itu cenderung aktif, lari2an, lompat, panjat dan kepalanya pun pernah terbentur keras, syukur gejala geger otak tidak terjadi menurut pantauan sy, smoga saja! thanks infonya yg sngt berharga.

  4. fauziah irsyad mengatakan:

    benturan dikepala anak membuat sy semakin khawatir n sy akan memeriksakan ke dokter, spy tidak berakibat fatal.
    Info yang sangat berharga untuk para orangtua….

  5. binduky wompere mengatakan:

    pada kepala kakak menurut hasil pemeriksaan dokter ada terdapat gumpalan darah di kepala akibat pukulan keras , kejalanya sdh sering kejang” , saya sangat khawatir dengan kondisinyaaa , apaa yang sbaiknya
    di lakukan ?

    • skdwijaksono mengatakan:

      kalau kejadiannya sudah lama dan dengan usia yang bukan anak-anak lagi,apalagi sudah diketahui memang ada gangguan berupa gumpalan darah di kepala sebaiknya menurut saya harus benar2 serius ditangani oleh dokter, biasanya nanti di sarankan jenis pengobatannya seperti apa, karena gejala kejang itu erat kaitannya dengan gangguan syaraf di otak. semoga infonya bermanfaat dan semoga lekas sembuh

  6. Dewik mengatakan:

    Anak sya pernah terbentur bagian belakang kepalax jatuh dari kursi wkt umur 2 thn, kmi bw ke ugd karean ada muntah~ stlh dicek dokter diizinkan plg, beberapa bln berselang sampai saat ini anak sya rutin mengeluh pusing lalu muntah2 berulang Hingga saat ini Umur anak sya sdh 6 thn, sdh CT scan hasilx normal,Eeg normal; bgitu jga tes darah, kencing & usg hsilx normal ~ stiaap kumat slalu berujung pd opname tp hnya memberikan solusi smentara, sembuh kmudian kumat lg, mohon saranx karena sya kwatir skali?

    • skdwijaksono mengatakan:

      saya turut prihatin ya mba, sy pernah punya pengalaman dulu pernah sy kecelakaan yang mengakibatkan kepala sy terbentur 2 thn kemudian efeknya baru terasa, saya sering pusing, kesemutan di kepala dan insomnia, saya terus berobat ke dokter syaraf dan dibantu oleh pijat alternatif, saya tidak melakukan operasi karena sama seperti anak mbak dewik, tidak ada kelainan pada darah, kencing dll.. pokoknya smua normal. rupanya itu hanya efek trauma saja dan memang ada syaraf yang kejepit, saran dari dokter adalah mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung kalsium dan alhamdulillah 2 tahun kemudian bahkan sampai sekarang setelah berumahtangga dan punya anak tidak pernah mengalamai sakit kepala dan kesemutan lagi. semoga infonya bermanfaat dan anaknya cepet sembuh ya…

  7. puan kinanti mengatakan:

    puan kinanti 1.5 tahun pukul 20.00 wib jatuh nangis sebentar trus atif lagi main,pukul 23.00 wib saat mw tidur dia mendadak muntah dua kali, kemudia tertidur pulas dan pkl 2.00 wib dia terbangun utk ASI tetapi muntah lagi, menyembur hingga 3x. rewel sebentar lalu tertidur pulas lagi, dan tidak ad tanda2 demam. dibagian pas jidat a yg terbentur mengalami memar kebiruan sedikit. yang saia lakukan hanya mengompres benjolan dengan rambut saia dan mengurut badan puan kinanti dengan minyak kayu putih sperti biasa klo masuk angin. please share.. apa yg harus saia lakukan. saia bingung dan panik.

    • skdwijaksono mengatakan:

      Selamat malam puan kinanti, maaf baru saya balas, gmn kabarnya sekarang? setelah benturan terjadi kita harus memantau anak kita 3 hari kedepan, kalau baik-baik saja, kita tdk perlu cemas yang berlebihan. ada tips yang sering saya lakukan terhadap anak saya kalau memar atau benjol karena terjatuh, biasanya saya kasih beras+kencur, lalu saya kunyah sampai hancur (boleh jg ditumbuk) kemudian simpan diatas benjolan atau memarnya sampai kering, insyaallah memarnya cepat hilang..

  8. ria sitanggang mengatakan:

    Trims atas infonya. Bayik 15blu kmarin dulu jatuh kepala belakang krn kpleset air seninya
    Dia hnya nagis stelah ku angkat lngsung ku beri asi lalu diam dan bermain tp aneh 7 jam kmudian stelah makanalam dia mulai mual2 2jam kmudian lgs muntah emang saat itu bayiku lg gembung perutnya akibat terlbat makan. Tdk lama ku bawa ke dokter s
    Di chek mata, kepala, perut dokter hny bilang awasi 2 x
    24jam. Syukur stlah muntah mlm itu dia tdk muntah lg

  9. citra rizky mengatakan:

    saya mau tanya..kemarin anak jatuh trus keningnya kena pingiran meja.sempet bingung banget karna anak saya nangis sampai mulutnya biru dan ada benjolan biru.saya takut dia pingsan karna lagi nangis langsung diem trus tidur.pas saya goyang2in langsung nangis lagi.dan benjolannya saya kompres dengan es batu.sekarang sdh mendingan..kira2 ada efek sampingnya gak besok2? saya takut kalau ada apa2 besok2..mohon sarannya segera y…terima kasih

    • skdwijaksono mengatakan:

      Saya turut prihatin ya mbak citra, tapi kalau sehabis kejadian anaknya nangis itu malah lebih baik, cuma mungkin karena trauma jd langsung tertidur, anak saya pernah terjatuh dibagian kening sampai benjolannya sebesar telur, sebelum ke dokter saya sempat kasih beras+kencur saya kunyah sampai hancur lalu ditempelkan dibagian benjolannya, dari dokter diberi antibiotik, alhamdulillah sampai sekarang anak saya sehat dan tdk ada keluhan apapun. menurut bbrp pendapat, kalau benturan terjadi di kening atau bagian samping resikonya lebih kecil daripada kepala bagian belakang, semoga anaknya tetap sehat, dan lebih hati2 lagi..

      • citra rizky mengatakan:

        alhamdulillah mba anak saya sehat…mungkin dia tertidur karna ngantuk dan saya bangunin lagi dia nangis lagi…jadi resiko benturan dikening resikonya lebih kecil dari bagian belakang kepala slnya saya pikir karna dibelakang kepala masih ada tempurungnya maka resikonya lebih kecil dibandingkan dikening makanya saya langsung takut waktu anak saya jatuh…saran juga kalau ada benjolan juga bisa dekompres dengan es batu tapi agak lama sih kempesnya…

      • skdwijaksono mengatakan:

        terimakasih sudah berbagi…

  10. Delina Widya Utami mengatakan:

    anak saya umur 5 thn 9 bln td malam jatuh dr kursi pada saat makan malam di luar, kepala bagian belakangnya terbentur tembok hingga benjol…, pada waktu jatuh nangis kejar kemudian muntah…, saya merasa muntahan ini karena dy nangis saat makan sehingga keselak…, kemudian langsung sy kompres dgn es batu. sesampainya di rumah sy oleskan trombopop.., malam tidur dengan nyenyak.., tapi siang harinya badannya anget (36 derajat celcius). sy agak khawatir…, apa yg harus sy lakukan, mohon pencerahannya.. trims..

    • skdwijaksono mengatakan:

      saran saya sebaiknya segera periksa ke dokter mbak, soalnya kepala bagian belakang itu, lebih beresiko apalagi sebelum tiga hari setelah kejadian ada demam, tapi mudah2an anaknya baik2 aja ya mbak..

  11. Damay Maiiyy mengatakan:

    Assalamua’alaikum…
    saya pernah mengalami kecelakaan waktu umur 6 thun..dan waktu itu dokter saya mengatakan saya hampir gagar otak..dan di sarankan untuk operasi tpi aku ga tau utk apa..karna ga da biaya jadi tidak jadi operasi.aku di rawat hampir sebulan aku sering mengalmi muntah darah waktu itu dan setiap hari kepalaku teras sangat berat sekali.
    sekarang aku udah 19 tahun dan selama ini setelah kecelakaan saya masing sring merasa sakit kepala dan terkadang sampai merasa kepala saya berat sekali … apakah berbahaya untuk otak saya atau tidak ?? saya tunggu konfirmasinya.. terima kasih

    • skdwijaksono mengatakan:

      Wa’alaikum salam, Memang benturan dikepala tidak bisa dianggap remeh ya mbak, masalahnya otak organ yang sangant penting dalam tubuh kita, sebetulnya masa kritis setelah benturan adalah 24 jam, jika setelah terjatuh terjadi muntah-muntah apalagi muntah darah menurut dokter memang benar bahwa anda perlu perawatan serius. Jika sudah lama terjadi dan masih ada gejala-gejala seperti dibawah ini
      1.Mengantuk berat dan susah dibangunkan
      2.mual dan muntah
      3.kejang
      4.Keluar cairan dari hidung atau telinga
      5.sakit kepala berat
      6.kelemahan atau baal pada lengan dan tungkai
      7.Bingung atau perubahan tingkah laku
      8.denyut nadi melambat
      saya sarankan segera periksakan kembali ke dokter
      untuk meringankan sakit kepala yang berat, kurangi konsumsi makanan yang mengandung MSG perbanyak makanan yang mengandung kalsium
      mudah-mudah infonya bermanfaat, semoga cepat sembuh… salam

  12. Eni Kumorowati mengatakan:

    saya mau tanya pak keponakan saya itu 3 minggu yang lalu jatuh luka pada pelipis tapi bengkak nya setelah sehari semalam disertai panas tinggi dan kejang dan merembet ke mata sebelahnya dirawat di rumah sakit 5 hari diagnosa dokter gak ada masalah dimungkinkan alergi betadine karena sejak kecil memang tidak pernah di betadine kalau luka terus ini udah 3 minggu kok mata nya masih bengkak dan merah pada kelopak matanya. saya taku itu berakibat pada syaraf matanya saya jugabinggung dokter bilang gak papa tp kok masih bengkak saya harus bagaimana ya

    • skdwijaksono mengatakan:

      salam sehat.. sebelumnya saya konfirmasi dulu, saya lebih tepat dipanggil ‘bu’ atw sejenisnya bukan pak he he… maaf saya baru balas sekarang, gimana kondisi keponakannya sekarang mbak? kalo boleh saya sarankan untuk mengurangi bengkak, ada baiknya dikompres pake lidah buaya cukup dibelah dua kemudian tempelkan dibagian yang bengkak jika bengkaknya dibagian mata kita kompreskan di bawah kelopaknya. tapi mudah2an keponakan mbak sudah sembuh ya…

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 292 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: